Tags

, , , , , , , , , ,


Ilustrasi villa dan sky villa Bali Sixsenses - villa 3 bedroom

Ilustrasi villa dan sky villa Bali Sixsenses – villa 3 bedroom

Meski ibukota diguyur hujan sedari pagi, pun banjir merendam hampir seluruh jalan dan akses lalulintas, kegiatan penandatanganan kerjasama manajerial antara PT Cahaya Warna Prima (CWP) dan Six Senses, Senin (09/02) di lantai 3 Gedung The City Tower (TCT), MH Thamrin No 81 Jakarta Pusat, berjalan dengan sukses. Belasan media massa hadir meliput kegiatan seremonial tersebut.

KG Global merupakan pengembang yang telah berpengalaman mengelola beberapa proyek properti terkemuka: The Peak Apartemen, The City Tower, TCC Batavia, Tamini Square, Emporium Pluit Mall, Senayan City, Lindeteves Trade Center, Capital Square di surabaya, dan sejumlah proyek lain.

Kegiatan penandatanganan kerjasama manajerial hotel, resort dan spa dua korporasi berstandar internasional itu berjalan dengan lancar. Presentasi dari Six Senses dan sambutan PT CWP mengalir sederhana namun tepat sasaran, jauh dari kesan bertele-tele. Setelah masing-masing pihak menandatangani berkas disaksikan oleh para undangan, wartawan mulai mengajukan beberapa pertanyaan terkait proyek Bali Six Senses.

Kencana Graha Group (KGG) sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Jakarta mulai melirik pasar potensial industri pariwisata hotel, resort dan spa di Bali. KG Group melalui PT CWP akan membangun resort mewah dan megah di Uluwatu, Bali, menggandeng perusahaan operasional berkelas internasional: Six Senses, di lahan seluas 12 hektar.

Harrt Gunawan Dirut PT Cahaya Warna Prima (CWP) - KG Group

Harry Gunawan Dirut PT Cahaya Warna Prima (CWP) – KG Group

PT CWP dan KGG yang berpengalaman di bidang properti bahu membahu dengan Six Senses yang terkenal di dunia dengan layanan spa holistik, menjadi perpaduan sempurna pariwisata hotel dan resort. “Untuk menyambut era perdagangan bebas di Asia, kami akan memberikan layanan terbaik di sektor bisnis pariwisata hotel, resort dan spa di Bali,” tutur Harry Gunawan di tengah sambutannya selaku Direktur Utama PT CWP.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan PT. Cahaya Warna Prima dalam proyek yang menarik ini. Pulau Dewata terus menjadi tujuan yang digemari oleh pelancong dan resort ini mewujudkan komitmen kami untuk terus ramah terhadap lingkungan dan kesehatan,” ungkap Bernhard Bohnenberger, Presiden Six Senses Hotels Resorts Spa.

Pembangunan mega proyek bertajuk “Six Senses Bali” ini akan dilakukan dalam dua tahap. Setelah berhasil mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB), PT Cahaya Warna Prima mulai melaksanakan pembangunan tahap pertama di atas lahan seluas 6,5 hektar pada pertengahan Desember 2014 dan ditargetkan selesai awal 2017.

Pembangunan 106 vila pada tahap pertama meliputi 28 sky villas, 62 one bedroom villas, 7 two bedroom villas, 4 three bedroom villas, 1 retreat villas, dan 4 unit 3 bedroom executive villas, dan public area berupa 2 restaurant, dan speciality restaurant. Nilai investasi hotel & resort bintang lima untuk tahap pertama sebesar Rp.870 Miliar.

Sementara tahap kedua rencananya akan dibangun delapan bulan setelah tahap pertama berjalan. Di atas lahan seluas 5,5 hektar akan didirikan 50 unit villa dan sky villa fasilitas tiga bedroom luxury family retreat villa.

Ekologis Berkelanjutan

Six Senses sebagai operator hotel mulai mengembangkan usahanya sejak 1995 dan dengan cepat dikenal sebagai pelopor industri hospitality yang berhasil mengkombinasikan operasional ramah lingkungan yang berkesinambungan dengan fasilitas high end yang terbaik.

Mewah, ekologis berkelanjutan menjadi konsep yang diusung Six Senses di berbagai benua yang memiliki layanan spa terbaik kelas dunia. Memadukan keindahan dan inovasi, Six Senses berhasil mengusung platform konservasi, ramah lingkungan di daerah sekitar pembangunan hotel dan resort.

Water Programe dan Organic Garden menjadi wujud komitmen konservasi berkelanjutan pelestarian lingkungan. Melalui water programe Six Senses dapat menghasilkan air minum sendiri, sementara organic garden menjadi medium tumbuh alami makanan, sayuran, bumbu dapur organik. Tamu dan pengunjung pun bisa terlibat aktif, merasakan pengalaman langsung menanam sayur dan buah-buahan.

Kelebihan Six Senses dalam mengelola alam dan industri pariwisata tercermin melalui penyelenggaraan manajemen hotel dan resort yang mengadopsi budaya lokal selaras dengan lingkungan. Gaya Six Senses yang unik, otentik, dan mengintegrasikan individu ke alam berhasil menghantarkan mereka menjadi tuan rumah yang baik di berbagai tempat di dunia, membangkitkan kesejahteraan, layanan prima yang memperhatikan detil dan kehendak konsumen. []