MoU Len Industri-Thales Netherland

MoU Len Industri-Thales Netherland

PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) melakukan pembaruan nota kesepahaman di Bandung, Jawa Barat (26/08) dengan Thales Netherland (TNL) untuk meningkatkan dan mempeluas kerjasama strategis kedua pihak.

Kontrak kerjasama bidang naval combat management system (CMS) dan naval combat system integration setidaknya bernilai 2 Juta Euro atau sekitar 31 Miliar Rupiah. Software tempur laut yang dihasilkan nantinya akan digunakan mendukung program-program TNI AL, misalnya program pembangunan perusak kawal rudal (PKR) dan program moderenisasi SEWACO: sensor, weapon, and command.

Abraham Mose Dirut PT Len Industri dan Gerben Edelijn CEO Thales Netherland (TNL) sebagai para pihak yang menandatangani nota kesepahaman. Mose mengatakan “melalui kerjasama ini, PT Len Industri ingin menggali lebih dalam kemampuan pembuatan perangkat lunak CMS. Sehingga tak hanya menguasai bidang CMS, tapi juga sistem sensor sampai instalasi senjata.”

Sebelumnya kontrak pertama ekspor perangkat lunak kapal perang dari TNL pada Oktober 2013-April 2014 tentang pengembangan, produksi, uji coba, dan suplai software CMS kapal perang PKR. Kontrak selanjutnya untuk periode Mei-Desember 2014, terkait penyelesaian pengembangan, produksi, dan uji coba perangkat lunak terintegrasi untuk EO Tracker, Decoy Launcher, dan SAM.

Menjalin kerjasama dengan perusahaan raksasa elektronika seperti Thales kian memantabkan langkah Len Industri sebagai produsen elektronika pertahanan, sekaligus jawaban atas terus tumbuhnya bisnis perangkat lunak kapal perang.

Hingga saat ini PT Len Industri merupakan satu-satunya industri pertahaan di Indonesia yang telah mengembangkan software sistem tempur laut yang digunakan TNI AL antara lain pada KRI Kelas Achmad Yani: KRI YOS, KRI OWA, dan KRI AHP.

Len juga mendapat kepercayaan dari kementrian pertahanan dan TNI AL untuk kontrak pengadaan CMS dua jenis kapal cepat rudal (KCR), yaitu KRI Rencong dan KRI Mandau, serta dua kapal cepat torpedo (KCT) yaitu KRI Ajak dan KRI Singa. Perangkat lunak yang dikembangkan Len dalam kontrak dengan Thales bukan saja digunakan untuk kapal PKR pesanan Indonesia, tetapi juga untuk memenuhi pesanan dari negara lain.

Kontrak kerja PT Len Industri dengan Thales Netherland telah memberikan warna dan era baru bagi Len, terutama dalam kiprahnya di sektor pertahanan. Kontrak kerja tersebut telah menunjukkan bahwa Len telah dipercaya oleh industri pertahanan kelas dunia. Perlahan namun pasti, PT Len Industri mulai memasuki arena pasar global. []