Tags

, , , , , , , , , , ,


L Euler –

Uni Soviet, sekarang Rusia, nampaknya tempat yang pas untuk belajar soal sains terkait tujuan-tujuan nasional dan revolusi sosial. Uni Soviet dulu memiliki tradisi sains dan penelitian yang kuat, terutama soal ilmu murni: Matematika. Pemerintah Uni Soviet terkenal sangat mendorong penelitian di bidang Ilmu-ilmu Murni, termasuk Fisika dan Matematika. Mengapa pemerintah begitu mendorong kemajuan ilmu pasti? Hal itu lebih nampak karena alasan-alasan militer. Kesuksesan di bidang konsturksi bom atom dan kompetisi penjelajahan ruang angkasa, nampaknya memang hanya bisa dicapai dengan penguatan disiplin ilmu-ilmu pasti.

Penelitian yang bersifat mendasar, fundamental itu juga didukung dengan praktik studi yang mapan. Para ahli Matematika dan Fisikawan di Uni Soviet secara mendasar tak memiliki persoalan dengan penemuan-penemuan. Begitu banyak institusi penelitian yang tak berhubungan dengan pendidikan formal, mereka adalah para pekerja yang mampu berkonsentrasi pada teori-teori ilmu alam yang tak memiliki batasan pada rentang waktu penelitian dan tak memiliki kewajiban ketat soal hasil.

Uni Soviet memiliki tradisi yang baik tentang pengajaran Matematika. Seringkali level pendidikan Matematika SMU di Uni Soviet lebih tinggi daripada di Amerika Serikat. Terlebih lagi untuk para siswa berbakat, murid-murid SMU memperoleh pelatihan Matematika dengan sistem yang spesifik berjejaring melalui supervisi dari Mahasiswa dan para Profesor di Universitas di Uni Soviet.

Tiap tahun Institusi sains menyelenggarakan Olimpiade matematika dari berbagai tingkatan. Jurusan Matematika di beberapa Universitas Uni Soviet memiliki reputasi yang tinggi. Misalnya jurusan Matematika Universitas Moscow pada 1960an, telah meluluskan banyak ahli Matematika yang luar biasa di abad 20 yang sulit memperloleh tandingan di seluruh dunia, mereka antara lain, A. Kolmogorov, I. Gelfand, L. Pontryagin, P. Aleksandrov, A. Tikhonov, L. Ljusternik, V. Arnold, Yu.Manin, S. Novikov,Ya. Sinai, R. Dobrushin, dan masih banyak lagi.

Pemerintah Uni Soviet membebaskan biaya pendidikan di Universitas, pada prinsipnya, tiap pelajar dari kota-provinsi terdaftar untuk belajar menjadi yang terbaik melalui ujian di Universitas Moscow. Buku-buku teks dan monografi sangatlah murah, dan diterbitkan dalam jumlah yang sangat besar. Misalnya harga sebuah buku teks “Matematika Program” karya V. Kamarov hanya seharga 44 Kopeck atau sekitar 70 sen, untuk satu edisi sirkulasi buku itu bisa mencapai 60.000 eksemplar, kemudian buku sains populer “Kisah Maksima dan Minima” karya V. Tikhomirov hanya seharga 35 Kopecks dengan sirkulasi mencapai 160.000 eksemplar. Matematika menjadi salah satu dari sedikit bidang yang relatif bebas dari tekanan ideologi.

Pada 1940-1950 situasi buruk menimpa para ilmuan, banyak diantara mereka diasingkan ke kamp-kamp konsentrasi, GULAG. Periode 1955-1970 menjadi abad keemasan bagi ahli Matematika Uni Soviet, terutama para ahli Matematka program. Namun pada 1970 sampai 1985 menjadi periode stagnasi politik, sosial, ekonomi, juga kemandegan ilmu murni.

Akar sejarah perkembangan perspektif Matematika Program[1] di Uni Soviet bisa disebut sebagai abad setelah Newton “berada di pundak raksasa”. L. Euler (1707-1783) memang bisa disebut sebagai seorang Matematikawan besar. Ia tinggal di Rusia lebih dari 30 tahun pada 1727-1741 dan 1766-1783, telah menerbitkan lebih dari 850 buku dan makalah. Biografi L. Euler dan diskripsi dari pekerjaannya “A Method for Finding Curves Having the Property of Maximum or Minimum, or a Solution of the Isoperimetric Problem Considered in the Very Broadest Sense”.[2]

Euler menyadari peran dari persoalan optimisasi, ia menulis: apapun yang terjadi di dunia, baik yang bisa diteliti makna tentang maksimum atau minimum, tak diragukan lagi bahwa semua fenomena alam bisa dijelaskan melalui metode maksimum dan minimum … Ia telah memberikan kontribusi penting kepada berbagai bidang atas teori dan metode tentang Optimisasi. Ia adalah seorang penemu variasi Kalkulus, dan pada abad 19 Euler merupakan seorang ilmuan matematika non-formal Rusia yang sangat istimewa.

PL Chebyshev

Masih banyak para pendahulu Ilmu Matematika Rusia setelah Newton, misalnya P.L. Chebyshev, 1821-1894, di bidang Optimisasi, ia memperkenalkan dengan apa yang disebut sebagai “Chebyshev Approximation”. Kemudian A.A. Markov, 1856–1922, yang dikenal baik dalam teori Probabilitas (Markov chains, Markov processes). Ia juga berkontribusi pada beberapa bidang tentang Optimisasi. Selain itu ada A.M. Lyapunov, 1857–1918, meski bidang kerjanya tak berhubungan dengan Teori Optimisasi, ia telah mengembangkan stabilitas Teori Persamaan Differensial.

Selanjutnya, salah seorang ilmuan pioner fenomenal adalah L.V. Kantorovich, 1912-1986. Ia lulus dari Universitas Leningrad pada usia 18 tahun, dan menjadi Profesor penuh pada usia 22 tahun. Makalah pertamanya diterbitkan saat ia berusia 16 tahun. Selain itu ia menerima penghargaan tak biasa termasuk Stalin Prize (1949), Lenin Prize (1965), dan Nobel (1975). Kontribusi signifikan Kantorovich pada beberapa bidang dari fungsi analisis, ia adalah seorang penemu analisis numerik, dan menjadi seorang ilmuan pertama yang menyadari ilmu komputer sebagai bentuk baru dari Matematika. Bagaimanapun, mengenai komunitas Matematika Program, ia tak disangsikan lagi menjadi Bapak baru ilmu Optimisasi, yang memasukkan Matematika Program sebagai standar. Terobosan yang dilakukan Kantorovich dalam bidang Optimisasi terdiri dari tiga hal[3]: Program Linier (1939), Kondisi Umum Optimalisasi (1940), dan Teknik Analisis Fungsional (1939-1948).

Image

LV Kantorovich

Berbagai pusat sains tersebar di berbagai universitas dan beberapa di institusi penelitian industri milik pemerintah, studi matematika program di Uni Soviet tergolong dalam beberapa pusat sains. Pusat sains di Moscow, Universitas Moscow: I. Girsanov,V. Tikhomirov, B. Polyak, F. Vasiliev. Laboratorium Yudin dalam beberapa jenis pusat riset: D. Yudin, E. Golstein, later A. Ioffe, A. Nemirovskii. Institut Matematika-Ekonomi Pusat: E. Golstein, later V. Skokov, N. Tretyakov, Yu. Nesterov. Akademi Sains dan Pusat Komputer: N. Moiseev, Yu. Evtushenko, later L. Khachiyan, A. Antipin, ditambah beberapa institute lain: A. Dubovitskii, A. Miljutin.

Pusat sains di Kiev, Institut Cybernetik Glushkov: Yu. Ermoliev, B. Pshenichnyj, N. Shor, V. Mikhalevich, E. Nurminskii, institusi lainnya: S. Zukhovitskii, R. Polyak, M. Primak. Institut Pusat di Novosibirsk, Institut Matematika dan Universitas Novosibirsk: L. Kantorovich, G. Rubinstein, I. Dikin, V. Bulavskii, A. Rubinov, A. Kaplan. Selanjutnya Pusat Sains di Leningrad, Universitas Leningrad: V. Demyanov, I. Romanovskii, A. Vershik.

Ada kisah cukup mengesankan tentang kegandrungan pemuda-pemuda di Uni Soviet terhadap Matematika tempo dulu. Waktu itu Universitas Moskow (MGU) menjadi institusi sains paling bergengsi bagi para pelajar untuk mendalami Ilmu Matematika murni. Pemuda-pemuda Uni Soviet berlomba-lomba mengikuti ujian seleksi masuk.

Waktu itu, Matematika tak hanya berdiri sebagai sebuah pengetahuan sains yang kaku, Matematika menjadi ruang yang relatif aman dari tekanan ideologi. Namun, dalam seleksi calon mahasiswa Matematika, gerakan anti Semit mempengaruhi pemerintah untuk menyeleksi ketat calon pelajar keturunan Yahudi. Hal itu menyebabkan komunitas Yahudi tak bisa menempuh pendidikan Matematika di jenjang formal MGU. Beberapa calon mahasiswa yang berbakat akhirnya direkomendasikan ke Institusi lain, salah satunya di Institusi Petrokimia dan Industri Gas Alam, biasa disebut Kerosinka.[4]

Ada semacam sinisme dari pelajar Matematika murni Universitas Moskow terhadap pemuda-pemuda Yahudi yang gagal tes masuk MGU yang melanjutkan pendidikan di Kerosinka. Mereka menganggap keilmuan Kimia lebih rendah dari Matematika murni. Kerosinka waktu itu menjadi surga bagi para pelajar Yahudi yang gandrung Matematika murni. Kerosineshchiks” adalah julukan bagi pemuda Yahudi yang lulus dari Kerosinka.

Sebenarnya para pelajar Kerosinka juga mendalami Ilmu Matematika Murni seperti Analisis Linier Aljabar dan Analisis Persamaan Differensial, bahkan Matematika terapan dan ilmu komputer juga mereka pelajari sebagaimana mahasiswa MGU dapatkan. Namun, hal itu tak membuat kedudukan mereka sama, lulusan MGU tetap yang terbaik. Tapi hal itu tak lekas memadamkan hasrat pemuda Yahudi untuk terus mendalami Matematika murni. Para pelajar, pengajar, dan akademisi Yahudi membentuk komunitas Matematika murni dan beraktifitas di luar jam sekolah.

Komunitas informal Yahudi yang gila Matematika yang bernama “Universitas Masyarakat Yahudi” atau Evreyskiy Narodniy Universitet terbukti telah banyak melahirkan Matematikawan besar seperti D. Fuchs, A. Sosinsky, A. Onitschik, B. Feigin, V. Ginzburg, A. Zelevinsky, and A. Shen. Namun pemerintah tetap tak merestui mereka sebagai ilmuan resmi Uni Soviet. Bahkan salah seorang perempuan pengorganisir komunitas Yahudi, Bella Muchnik Subbotovskaya, tewas sesaat setelah menjalani interview agen KGB mengenai aktivitas Matematika informal yang dianggap subversif. Saat ini, lebih dari separuh dari lulusan Kerosinka menjadi tenaga ahli di Barat termasuk Amerika Serikat, seperempatnya menjadi ahli di Israel, dan sebagian kecil masih berada di negara-negara bekas Uni Soviet.

Perubahan ekonomi dan politik berpengaruh kuat mengubah situasi, terutama soal penelitian di Rusia. Organisasi berbasis penelitian tak lagi dimodifikasi dan terlihat ketinggalan zaman. Kurangnya dukungan dari dunia industrial dan bisnis secara permanen telah menggeser peran institusi-institusi penelitian yang ada. Akhirnya para ilmuan yang tersisa memilih pergi ke luar negeri, memilih emigrasi sebagai jalan terakhir mengatasi persolan pribadi mereka.

Saat ini sebagian kecil dari komunitas Matematika Program masih berada di Rusia. Beberapa seminar, konferensi, workshop diselenggarakan di sana, dan para peneliti yang tersisa menghadapi kesulitan menghadiri pertemuan serupa di luar negeri karena kurangnya dana. Pun, bidang penelitian tak lagi menarik bagi kaum muda, dan komunitas peneliti itu semakin menua. Namun demikian, bukan sikap pesimis yang mesti muncul, tapi mempercayai bahwa tradisi penelitian Matematika di Rusia akan mampu mengatasi krisis, dan sains akan tetap bertahan. []


[1] B.T. Polyak (2001). “History of Mathematical Programming in The USSR: Analyzing the Phenomenon.” Math. Program., Ser. B (2001) Digital Object Identifier (DOI) 10.1007/s101070100258.

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Mark Saul (1999). “Kerosinka: An Episode of The History of Uni Soviet Mathematics”. Notice of the AMS, Volume 46, Number 10, November 1999.