Tags

, , , , ,


"Leonie"-Bogor 14/02/2010- Hujan mulai reda, dua piring bakmie, dan beberapa batang rokok telah menemaniku siang ini. Kata Pak John, peserta baru datang sore nanti, jadi aku tak perlu tergesa-gesa menata peralatan. Aku sekadar memastikan segala tetek bengek itu berfungsi saat acara dimulai. Mungkin besok.

Leonie, awalnya kukira nama seorang perempuan atau anak gadis. Ternyata aku salah, itu salah satu nama tempat, kamar inap sebuah tempat peristirahatan di kompleks ini. Konon, pemiliknya dulu seorang pejabat, mantan Gubernur Bank Indonesia, seorang petinggi dana moneter internasional untuk Indonesia pada tahun 70an.

Kukira di daerah ini banyak pejabat yang memiliki tempat-tempat tetirahan berkelas yang biasa disewa untuk berkegiatan atau sekadar plesir. Tapi, mengapa Leonie? dan masih banyak kamar-kamar inap lain dengan nama-nama yang membuatku membayangkan sosok perempuan.

Pemilik tempat ini dulu adalah seorang guru. Ia mengawali karir militernya sebagai seorang Sekretaris Badan Keamanan Rakyat di Yogjakarta tahun 1945. Selain itu ia juga dikenal sebagai seorang ekonom yang tangguh di jamannya. Pria yang dikaruniai empat orang anak itu seorang penggemar fotografi dan sepeda motor.

Ternyata, setelah kucari informasi ke sana kemari, Leonie adalah nama seorang istri pemilik tempat ini. Sang ekonom di akhir hidupnya, menghabiskan sisa waktu dengan berkebun dan merawat tanaman bersama istri. Mungkin nama Leonie itu sengaja untuk menandai kenangan-kenangan mereka berdua. Di tempat ini.

Hujan sekarang benar-benar reda. Aku pun tak tertarik lagi dengan nama dan cerita tentangnya. Bayangan tentang sosok perempuan ketika mendengar namanya tiba-tiba menghilang entah kemana. Sekarang giliran rasa kantuk yang menjalari urat mataku, memengaruhi konsentrasi, dan membuatku menguap, huuuaahhemm … Sebaiknya aku istirahat dulu, Leonie sudah menunggu. []